Jumat, 11 Mei 2012

BBM subsidi serahkan pada pemerintah daerah

gebrakan pemerintah daerah terutama yang dilakukan oleh forum gubernur se kalimantan, sangat tepat. ini bisa dijadikan momentum yang tepat bahwa sudah saatnya pengelolaan dan pendistribusian subsidi BBM diserahkan saja ke pemerintah daerah. berikut alasannya : 1. pengelolaan subsidi BBM ke pemda, karena pemda lah yang mengetahui siapa saja yang berhak menerima subsidi BBM, selain itu hal ini dapat digunakan pemda untuk meningkatkan pendapatan daerahnya. salah satunya mengeluarkan peraturan daerah bagi kendaraan yang tidak menggunakan nomor kendaraan yang dikeluarkan pemda tidak diperkenankan mengisi BBM bersubsidi. 2. penjatahan subsidi BBM yang dikelolakan pemda, dapat juga digunakan sebagai pendapatan baru buat pemda, terutama bila subsidi BBM itu surplus, karena dengan cara itu pemda dapat mengelola daerahnya menjadi daerah yang memiliki daya tarik tersendiri. seperti diketahui perpindahan manusia dari daerah yang satu ke daerah yang lainnya adalah karena adanya daya tarik secara ekonomi. bila daerah tersebut memberikan pengharapan yang lebih dengan sendiri nya daerah tersebut akan terjadi perpindahan, sehingga program biaya triliunan yang diselenggarakan oleh departemen transmigrasi tidak perlu (hanya diindonesia yang masih menggatur perpindahan manusia). 3. pemerintah pusat tidak dipusingkan lagi, cukup menyediakan dan mendistribusikan ke pemda.

Senin, 07 Juni 2010

siapa yang diuntungkan dengan dana dapil ???

Beginilah kalau kesejahteraan rakyat dijadikan alasan untuk menarik dana, walaupun tetap berpikiran positif tentang keinginan wakil rakyat agar dapat melakukan tindakan nyata membangun dapilnya. Namun akibat penjatahan ini ada beberapa hal yang menyebabkan salah satunya adalah persatuan dan kesatuan menjadi berantakan, politik uang, kesenjangan sosial, semakin meraja lela. Berikut adalah alasan dana dapil TIDAK BOLEH dilakukan TANPA KONSEP yang JELAS.

1. KETIMPANGAN PEMBAGIAN DANA DAPIL
Tentunya dana dapil akan didapat lebih besar oleh dapil yang memiliki penjatahan kursi DPR yang terbesar, dan tentunya ini adalah wilayah dengan penduduk terbesar.sehingga ketidakmerataan ini akan semakin meruncingkan keseimbangan kesejahteraan. selain itu siapa yang dapat meyakinkan kalau nantinya daerah yang akan dibangun adalah daerah tempat terbanyak yang memilih anggota DPR tersebut. kalau begini caranya akan menciptakan isu SARA dan semakin mempertajam SARA,.. INGAT!!! INDONESIA pernah mengalami ini.

2. SIAPA YANG MENGAWASI
DPR adalah wakil rakyat yang diberikan amanah untuk mengawasi pekerjaan pemerintah, jika mereka ikut bekerja, siapa yang mengawasi ????, dan akan mengerikan lagi bila mereka berlindung dari masyarakat. dan mengerahkan massa bila terjadi penyelewengan.
hal ini sangat mungkin dilakukan, dengan mengucurkan dana ke masyarakat, masyarakat pasti akan melindunginya.kalau sudah begini apa mau negara ini dengan hukum rimba.

3. POLITIK UANG DAN SARA
Jika dana dapil disetujui hampir dipastikan akan terbentuk koloni raja-raja kecil yang memberikan uang ke masyarakat agar mereka terpilih, dan menggunakan isu SARA untuk membangun daerahnya dengan mengimingi2x dana dapil. Jika hal ini dilakukan hampir dipastikan kericuhan disetiap daerah semakin dalam.

4. KAUM MINORITAS TAK PUNYA TEMPAT
Dengan dana dapil ini akan terbuat sebuah konsep memenangkan dengan cara menghitung jumlah pemilih didaerah tersebut, bila ada 3 daerah, yaitu a,b, dan c dengan jumlah pemilih terbesar berada di daerah a, yang memungkinkan dimenangkan oleh si anggota dewan, apakah anda yakin daerah b dan c yang tidak memilih anda, tetap anda bangun ??? jawabannya JANGAN BERMIMPI.....

Selasa, 18 Mei 2010

program peralihan subsidi dan kesejahteraan rakyat

saatnya pemerintah sedang gencar-gencarnya melakukan program peralihan subsidi. misal subsidi BBM dan Listrik. Asumsi pemerintah melakukan peralihan subsidi adalah karena banyaknya pihak yang tidak menikmati subsidi sehingga menyebabkan subsidi tidak tepat sasaran, oleh karena itu pemerintah melakukan peralihan subsidi tersebut ke pendidikan, infrastruktur dan kesehatan.
Tapi tahukah anda, dengan mencabut subsidi bbm dan listrik tersebut akan menyebabkan tekanan inflasi,dikarenakan biaya produksi yang meningkat disemua produk, menyebabkan harga menjadi semakin tinggi. peralihan subsidi tersebut ke pendidikan, infrastruktur, dan kesehatan akan menguap, karena tidak akan menambah jumlah yang menerima subsidi.
Pada kondisi saat ini, sangat tidak tepat untuk melakukan tersebut, disaat seluruh dunia mengalami krisis, produk disetiap negara dituntut agar dapat bersaing, dengan harga murah dan kualitas yang baik. tentunya kita tidak mau bila hal ini dilakukan akan banyak PHK dan semakin banyak orang-orang yang memiliki kemampuan daya beli yang rendah.
Jika melihat permasalahannya adalah bagaimana menurunkan beban subsidi dan meningkatkan kesejahteraan rakyat, tentunya pemerintah sebagai pengelola sumber daya yang ada dinegara ini dapat menggunakannya untuk mensejahterakan rakyatnya. bukan hanya sebagai "BROKER" dan menyengsarakan rakyatnya.

Dalam pikiran saya ada beberapa hal yang dapat dilakukan pemerintah untuk mengurangi beban subsidi antara lain :
1. Mencabut subsidi BBM untuk Premium dan Solar, dan memberikan insentifnya ke perusahaan-perusahaan transportasi seperti truk, bis, dll. Dengan sanksi ketat, mereka dilarang untuk menaikan biaya transportasi pada saat BBM dinaikan untuk penggunaan pribadi.Hal ini selain memberikan subsidi yang tepat sasaran juga dapat memberikan manfaat penggunaan plat kuning untuk jasa umum. Karena saat ini plat kuning seperti dianak tirikan oleh pemerintah. pemerintah hanya mengejar pendapatan pajak dari Penjualan Kendaraan Bermotor. Disaat mereka mengejar pajak kendaraan bermotor, subsidi BBM semakin bertambah, terus rakyat lagi dikorbankan... pufhhhh.

2. Mencabut subsidi listrik untuk perumahan dan hotel dan menggantinya dengan insentif dengan subsidi peralatan listrik hemat energi. sehingga walaupun harganya naik namun bila penggunaannya dapat dihemat, tentu saja harganya juga lebih murah.misal bila harga listrik saat ini adalah 1000/watt, bila menggunakan monitor 17 inch crt dengan pemakaian wattnya 68 Watt, namun bila menggunakan lcd 17 inch, penggunaannya 30 watt. ini bisa menghemat 50%. sehingga bila harga listrik dinaikan menjadi 30% pun tidak akan berpengaruh sekali. namun untuk itu pemerintah juga harus melakukan hal lain yaitu mencabut pajak barang mewah produk yang hemat energi sehingga program ini dapat berjalan. misal contoh pajak 0% untuk produk hemat energi yang disertifikasi pemerintah, dan memberikan potongan-potongan pajak untuk perusahaan yang memproduksi peralatan hemat energi. Tentunya program ini tidak dapat dijalankan secara serta merta, mungkin bisa dilakukan dengan cara membuka layanan program non subsidi kepada pengguna dan memberikan program trade in, atau program mendaftarkan diri mengikuti program listrik non subsidi, dengan memberikan fasilitas penggantinya.


Daripada mencabut dan mengalihkannya ke sektor lain, namun permasalahan yang terjadi tidak diselesaikan. Subsidi untuk rakyat haruslah benar2x untuk rakyat dan dipergunakan untuk seluruh rakyat, bukan untuk sekelompok rakyat, apalagi MENJUAL rakyat miskin untuk menguntungkan pihak2x tertentu... masih banyak cara yang dapat dilakukan asal tidak mengejar "fee" yang didapat :)

Selasa, 02 Maret 2010

5W + 1H Bailout

What ?
Apa itu bailout ? bailout adalah bantuan dana dari pemerintah untuk perusahaan yang sedang kesulitan likuiditas, dengan 0% bunga, dan bebas waktu pengembaliannya.
When ?
Kapan bailout dilaksanakan ? Bailout dilaksanakan setelah pemilik bank sudah kehabisan akal untuk mengisi dana kas mereka karena telah habis digunakan dimeja judi dalam bentuk transaksi valas, dan digunakan untuk hal-hal lainnya kemudian meminta bantuan BI untuk dana talangan, agar dapat kembali digunakan bermain judi di valas. Agar bailout turun sekelompok pimpinan bank menetapkan bahwa telah terjadi krisis sistemik.
Who ?
Siapa yang terlibat di bailout ? Yang meminta tentu jelas pemilik bank, yang merapikan data agar terlihat krisis sistemik tentunya BI, yang memutuskan Menteri Keuangan berdasarkan ilmu ekonomi yang dimilikinya, yang diuntungkan pemilik deposito besar yang terancam kehilangan uangnya apabila tidak dibailout (maklum pemerintah hanya menjamin 2M saja), disamping itu para oknum-oknum yang mencari kesempatan untuk menggerogoti dana bailout tersebut, dan para pimpinan bank karena mereka dana kelolaannya aman karena dijamin pemerintah, yang dirugikan adalah rakyat indonesia karena menanggung kerugian bila dana tersebut tidak kembali dan nasabah kecil bank tersebut karena menjadi orang terakhir yang menerima dananya dan sangat sulit mengurusnya.
Why ?
Mengapa harus Bailout ? karena hanya bailout yang bisa digunakan oleh mereka untuk mengeluarkan dana besar tanpa rasa bersalah, dan bebas bunga, dan bebas waktu pengembaliannya.
Where ?
Dimana ini bisa terjadi ? Kejadian ini hanya anda dapati di INDONESIA saja
How ?
Bagaimana cara kerja bailout ? Bailout diberikan kepada bank yang patut diduga didalamnya ada nasabah yang besar yang terpaksa mendekatkan diri kepada pimpinan saat itu agar dananya bisa selamat tidak amblas menjadi 2M, dengan membuat kejadian dramatis bahwa bila bank ini ditutup akan menyebabkan krisis secara menyeluruh, tanpa melihat fakta bahwa bank tersebut mengalami kesulitan likuiditas bukan akibat krisis melainkan karena dipakai dimeja valas, dan penyalahgunaan lainnya. Oleh karena itu bailout WAJIB diberikan kepada bank tersebut dengan alasan teori ekonomi. Sehingga para pemilik dan pimpinan BANK bersuka cita karena mereka semua dalam keadaan NYAMAN karena sekali lagi mereka akan dibantu PEMERINTAH.

KESIMPULANNYA .... MENJADI PEMILIK BANK ADALAH USAHA YANG 0% RISIKO, KARENA :
1. ANDA DAPAT MENGGUNAKAN DANA NASABAH UNTUK BERJUDI DI VALAS;
2. ANDA CUKUP BERINVESTASI DI SBI TANPA PERLU MENYALURKAN KE KREDIT KARENA SELISIH BUNGANYA SUDAH CUKUP BUAT ANDA DAN BEBAS RESIKO;
3. JIKA ANDA MENGALAMI KESULITAN LIKUIDITAS SEMUA TEMAN ANDA AKAN MEMBANTU DAN MEMBUAT JARINGAN SISTEMIK DAN ANDA PASTI DIBERI DANA TALANGAN YANG BEBAS BUNGA DAN BEBAS WAKTU PENGEMBALIANNYA;
4. JIKA ANDA KETANGKAP, SEGERA KABUR KE LUAR NEGERI, NAMUN BILA ANDA TIDAK SEMPAT KABUR BERSABAR SAJA, KARENA PALING LAMA ANDA HANYA MENDEKAM 5 TAHUN PENJARA, DAN KEUNTUNGAN YANG SELAMA INI ANDA MILIKI, ANDA DAPAT MENYULAP PENJARA MENJADI HUNIAN BAK HOTEL BINTANG KELAS LIMA.

Minggu, 28 Februari 2010

KEADILAN SOSIAL BAGI KAPITALIS DI INDONESIA

tulisan ini sangat tabu waktu dijaman orba, smoga tulisan ini tidak disensor, dan dapat digunakan sebagai sisi lain sebuah pemikiran terhadap peristiwa bailout century.

krisis yang melanda dunia akibat kredit macet terutama disektor perumahan menyebabkan raksasa ekonomi dunia tumbang, pemerintah setempat berusaha untuk melindungi perekonomian mereka dengan ikut membantu perusahaan keuangan dengan melakukan bailout terhadap perusahaan tersebut. Tentunya dengan beberapa konsekuensi dan persyaratan seperti pengaturan dan pengawasan yang ketat, sambil melakukan beberapa efisiensi seperti penurunan bonus bagi top manajemen, dan lain sebagainya.

hingga sampailah krisis tersebut di indonesia, menurut mereka yang pakar terutama yang tumbuh dan hidup dalam bisnis keuangan, menyatakan bahwa indonesia akan mengalami krisis sistemik, ditandai dengan beberapa indikator ekonomi seperti turunnya mata uang, cadangan devisa, dan lain sebagainya. sampailah sebuah bank yang dianggap menjadi korban dari krisis tersebut. Dari 23 bank tersebut bank century yang menjadi sorotan untuk di BAILOUT oleh pemerintah, padahal secara teknis bank ini mengalami kerusakan akibat ulat pemilik bank. namun dengan dasar krisis sistemik bank ini WAJIB dibantu dengan mengucurkan dana 6.7T untuk membantu likuiditasnnya.
terlepas dipilihnya bank century, ternyata bank ini terdapat nasabah yang sangat dekat dengan presiden terpilih, yang memiliki dana deposito hingga mencapai jutaan dolar. dapat dibayangkan bila bank ini ditutup pemerintah hanya menggantinya dengan 2 milyar rupiah. siapapun yang berpikir logis pasti akan melakukan APAPUN untuk menyelamatkan dananya, walaupun harus kehilangan 10% dari nilai uangnya.tentunya ini sangat sulit untuk dibuktikan, hanya sebatas sebuah pemikiran yang logis saja yang berbicara.

sebelum melakukan bailout sm dan b meminta kepada JK untuk melakukan blanket guarantee artinya semua dana nasabah diperbankan dilindungi dan dijamin negara 100%, namun karena pengalaman yang buruk dengan blanket guarante yang terjadi pada masa orba yang menyebabkan sampai cucu, cicit dan buyut menanggung hutang ribuan triliuan, akhirnya blanket guarantee tidak disetujui. oleh karena itu keputusan bailout harus dilakukan.sebelumnya JK tidak menyetujui bailout terhadap BC karena BC dirampok oleh pemiliknya sehingga tidak layak di bailout. namun SM n theGENK tetap menjalankannya dengan meminta restu terhadap sang presiden.

tak dapat dipungkiri dengan melakukan bailout terhadap bc, sistem perekonomian kita terselamatkan, ya...selamat, para kapitalis tersebut telah diselamatkan oleh pemerintah dengan bantuan dana 6.7T. pemerintah pasti akan dengan segera mencari jalan singkat dan tercepat untuk membantu para kapitalis yang sedang limbung. inilah bentuk KEADILAN SOSIAL BAGI KAPITALIS DI INDONESIA

Jangan harap untuk mendapatkan keadilan yang sama bagi para pengusaha-pengusaha kecil, bunga kredit yang tinggi, sulitnya persyaratan kredit, tentunya bertolak belakang dengan apa yang diterima para kapitalis. mereka begitu mudahnya mendapatkan 6.7T, sedangkan yang kecil begitu sulitnya.

inilah menjadi alasan kenapa sm dan b plus theGENK untuk diminta turun tahta, karena mereka gagal menciptakan keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia...
masyarakat hanya melihat dari sisi keadilan bukan dari literatur ekonomi yang mereka kuasai untuk mendapatkan gelar doktor dan professor mereka, masyarakat melihat betapa mudahnya pemerintah membantu para kapitalis, dan tidak dijaga secara ketat sehingga menimbulkan kebocoran dan penyalahgunaan. siapa yang tidak kecewa melihat ini terjadi. walaupun sm dan b tidak melakukan korupsi,.. tetapi akibat bailout yang ditandatanganinya menyebabkan orang lain memperkaya dirinya.bukankan sebuah pasal korupsi menyatakan tindakan korupsi itu bukan hanya dilakukan sendiri tapi juga bila menyebabkan dilakukan orang lain untuk memperkaya sendiri termasuk korupsi.
sehingga sangat wajar masyarakat kecewa berat... ternyata yang terjadi di indonesia adalah keadilan sosial bagi kapitalis di indonesia bukan keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia.

bayangkan saja kenapa begitu sulit pemerintah mengucurkan dana infrastruktur untuk membangun sebuah propinsi atau kota, bila dana 6.7T ini dikucurkan ke sektor energi di kalimantan tentunya kalimantan yang notabenenya penghasil batubara terbesar, sumber bioenergi terbesar, tidak mengalami pemadaman listrik yang sangat sering terjadi.

saya yakin bila pemerintah menyiapkan dana bantuan bergilir yang fokus kepada sektor infrastruktur atau energi yang dicadangkan setiap tahun kepada masing-masing daerah pastilah negara ini menjadi berkembang.

keadilan bagi para kapitalis.
1. bantuan bailout banyak diselewengkan, namun para terdakwa dihukum sangat ringan
2. dana bantuan bailout sangat kecil kembali (melihat kasus yang terjadi pada orba)
3. kalaupun kembali bakalan lama, itupun dana pokok saja, tidak termasuk bunga premium.
4. dana bailout sangat mudah dikeluarkan hanya dalam hitungan 1x24jam, coba bandingkan bila kredit untuk UKMK perlu waktu sangat lama dan dikenakan bunga
5. pada dasarnya dana bailout yang digunakan ini patut diduga akan kembali disimpan ke SBI oleh para bankir. bagaimana caranya ??? dana bailout digunakan untuk membayar dana nasabah, selanjutnya nasabah memindahkan ke bank lain dan disimpan dalam bentuk deposito, dan para bankir yang mengelola dana ini menyimpannya ke SBI.

tapi ini semua telah terjadi, bailout telah dikucurkan, negara telah diselamatkan perekonomian, namun bukan berarti ini telah berakhir,masyarakat terlanjur kecewa sangat kecewa karena negara ini hanya memikirkan nasib para kapitalis bukan masyarakat secara keseluruhan.

Rabu, 13 Januari 2010

ooh... bank century......

tulisan ini dibuat bukan untuk menyalahkan apalagi membenarkan pribadi seseorang atau sekelompok orang... ini hanya tulisan pribadi.. konsumsi pribadi...

Bank century... sebelumnya adalah 3 bank keluarga yang dimerger menjadi satu, sebelum mengalami merger, sering terjadi kasus negatif yang dialami bank ini, namun mereka selalu berhasil lolos.

singkat cerita bank century terbentuk...., hingga pada saat keputusan BI untuk menyelamatkan bank ini karena krisis sistemik.

awal cerita seperti yang diakui oleh RT, bahwa manajemen Bank Century mengalami kerugian valas, sebesar 18 juta USD. Sebagai keluarga, RT berusaha untuk membantu dengan menyuntikan dana sebesar 18 juta USD untuk menutupi kerugian valas ini. Kerugian valas ini dan dana pinjaman RT ini tidak dicatat dalam pembukuan bank.
disinilah kita harus mewaspadai bank-bank yang menggunakan dana nasabahnya untuk berjudi di meja valas.
bagaimana RT menyediakan dana 18juta USD ini, RT mengenal BS yang notabenenya adalah deposan besar BC, RT membujuk BS untuk memindahkan dananya dari Surabaya ke Jakarta untuk menutupi kerugian valas ini. Disaat yang sama, mungkin karena YMK ingin menunjukan kebohongan keluarga BC, mereka tidak dapat mengikuti kliring BI. Disaat yang sama pula,kasus antoboga yaitu produk investasi yang dijual BC ternyata BODONG, memicu terjadinya rush di BC, karena situasi politik saat itu mendekati pemilu, isu rush ini patut diduga akan digunakan untuk menjatuhkan SBY, selain itu kondisi ekonomi global sedang mengalami krisis setelah beberapa bank besar di US ambruk dan meminta bantuan dana (bailout) kepada pemerintah, menyebabkan terjadinya kepanikan dimasyarakat bahwa terjadinya rush di BC akibat krisis, apalagi masyarakat indonesia mudah sekali terpengaruh untuk hal-hal tersebut, seperti halnya yang terjadi pada tahun 97/98.
kondisi ini menyebabkan patut diduga digunakan untuk dipaksa diselamatkan, apalagi BC memiliki nasabah yang notabenenya adalah sponsorship SBY... skenario penyelamatan pun disusun.. dengan menutup mata kerusakan yang telah dilakukan oleh manajemen BC.
sehingga saya mengambil kesimpulan awal bahwa BC diselamatkan karena krisis sistemik, melainkan proses menyelamatkan BC dilakukan secara sistemik :)

SM ntah karena tidak tau, atau tutup mata, melakukan panglima dalam penyelamatan ini,
dari pengakuan awalnya bahwa SM disodori data/informasi bahwa ada beberapa bank yang akan mengalami krisis, sehingga perlu diambil langkah-langkah penyelamatan. Data yang digunakan pun data-data yang tidak update.Namun karena dianggap suatu keadaan genting, kebijakan harus segera dilakukan. SM patut diduga mungkin tidak mengetahui bahwa BC mengalami kerugian valas pada saat itu, dan mengalami rush akibat produk antaboga yang bodong, namun untuk menyelamatkan yg lebih besar kebijakan bailout pun dilakukan walaupun kepada bank sekelas PERAMPOK..
jika ini benar... muncul pertanyaan apakah sedemikian hebatnya negara ini membela PERAMPOK.. ? hingga harus mengeluarkan 6,7T dengan dalih menyelamatkan perekonomian negara.. namun dana telah dikeluarkan.. dan Indonesia dianggap berhasil mengatasi masalah krisis... karena tidak terjadi rush setelah bailout dilakukan...
jika demikian alangkah enaknya hidup PERAMPOK ini....
benar pemerintah melalui LPS belum atau tidak mengalami kerugian, karena yang terjadi baru potential loss :)), sehingga penyertaan modal LPS BUKAN sebuah kerugian negara. Bagaimana BC bisa mengembalikan penyertaan modal LPS senilai 6,7T...
tentunya dengan mencari nasabah yang mau menyertakan modal sebesar nilai tersebut :), atau dengan kekuatan dan segala daya upaya BC mengenjot pendapatan sehingga laba yang dikumpulkan dapat mencapai 6.7 T... pertanyaan selanjutnya berapa lama ????????? secara kasar saya menghitungnya BC membutuhkan dana 67T yang digulirkan sebagai kredit dengan bunga 10% per tahun.. (biaya-biaya tidak saya hitung),dalam waktu 1 th kembali dana LPS itu.. atau dengan cara membuat prospektus yang bagus sehingga ada investor yang mau membenamkan dananya sebesar 6.7T ke BC... heheheh ada yg berminat ???
Benarkah yg dilakukan SM ?? SM sebagai ekonom profesional, dengan data yang dimiliki oleh SM pada saat itu... YA dapat dibenarkan.... namun bila SM memiliki data sebenarnya.. kemudian tetap melakukannya... jawabannya TIDAK... karena masyarakat semua akan menuntut perlakukan yang sama.... bila seorang PERAMPOK dibela dengan 6.7T... kenapa masyarakat di Kalimantan yang membutuhkan investasi kelistrikan kurang dari 6.7T tidak digelontorkan ????

Jumat, 08 Januari 2010

analisa untuk tgl 8/1/2009

kondisi global...
  1. USD IDR menguat, dana asing masuk, akibat dari FTA ASEAN-CINA
  2. Minyak masih di 81 USD

top value

  1. BUMI , trx rata2x di 2740... bila turun ke 2500 sebaiknya waspada
  2. ADRO, trx rata2x di 1825... ada persiapan untuk pindah fraksi
  3. TLKM, mulai kolek di bawah 9100
  4. BTEL, berita rumors dibeli TLKM, cenderung ke 160
  5. INCO, trx rata2x di 3980,.. mulai mengalami penurunan

top gain

  1. BBNA, ????
  2. MPPA-W dan MPPA
  3. RAJA
  4. BTEL
  5. LSIP
  6. CTRA

saham potensi pindah fraksi

  1. FPNI
  2. DART
  3. RAJA
  4. RUIS
  5. MASA
  6. BHIT
  7. INCI
  8. TOTL
  9. KIAS
  10. LPKR
  11. OKAS
  12. PANS
  13. PWON
  14. INDR
  15. EXCL
  16. BBNI
  17. BBCA

saham dibawah 20M dengan freq diatas 1000

  1. BISI
  2. ADHI