tulisan ini sangat tabu waktu dijaman orba, smoga tulisan ini tidak disensor, dan dapat digunakan sebagai sisi lain sebuah pemikiran terhadap peristiwa bailout century.
krisis yang melanda dunia akibat kredit macet terutama disektor perumahan menyebabkan raksasa ekonomi dunia tumbang, pemerintah setempat berusaha untuk melindungi perekonomian mereka dengan ikut membantu perusahaan keuangan dengan melakukan bailout terhadap perusahaan tersebut. Tentunya dengan beberapa konsekuensi dan persyaratan seperti pengaturan dan pengawasan yang ketat, sambil melakukan beberapa efisiensi seperti penurunan bonus bagi top manajemen, dan lain sebagainya.
hingga sampailah krisis tersebut di indonesia, menurut mereka yang pakar terutama yang tumbuh dan hidup dalam bisnis keuangan, menyatakan bahwa indonesia akan mengalami krisis sistemik, ditandai dengan beberapa indikator ekonomi seperti turunnya mata uang, cadangan devisa, dan lain sebagainya. sampailah sebuah bank yang dianggap menjadi korban dari krisis tersebut. Dari 23 bank tersebut bank century yang menjadi sorotan untuk di BAILOUT oleh pemerintah, padahal secara teknis bank ini mengalami kerusakan akibat ulat pemilik bank. namun dengan dasar krisis sistemik bank ini WAJIB dibantu dengan mengucurkan dana 6.7T untuk membantu likuiditasnnya.
terlepas dipilihnya bank century, ternyata bank ini terdapat nasabah yang sangat dekat dengan presiden terpilih, yang memiliki dana deposito hingga mencapai jutaan dolar. dapat dibayangkan bila bank ini ditutup pemerintah hanya menggantinya dengan 2 milyar rupiah. siapapun yang berpikir logis pasti akan melakukan APAPUN untuk menyelamatkan dananya, walaupun harus kehilangan 10% dari nilai uangnya.tentunya ini sangat sulit untuk dibuktikan, hanya sebatas sebuah pemikiran yang logis saja yang berbicara.
sebelum melakukan bailout sm dan b meminta kepada JK untuk melakukan blanket guarantee artinya semua dana nasabah diperbankan dilindungi dan dijamin negara 100%, namun karena pengalaman yang buruk dengan blanket guarante yang terjadi pada masa orba yang menyebabkan sampai cucu, cicit dan buyut menanggung hutang ribuan triliuan, akhirnya blanket guarantee tidak disetujui. oleh karena itu keputusan bailout harus dilakukan.sebelumnya JK tidak menyetujui bailout terhadap BC karena BC dirampok oleh pemiliknya sehingga tidak layak di bailout. namun SM n theGENK tetap menjalankannya dengan meminta restu terhadap sang presiden.
tak dapat dipungkiri dengan melakukan bailout terhadap bc, sistem perekonomian kita terselamatkan, ya...selamat, para kapitalis tersebut telah diselamatkan oleh pemerintah dengan bantuan dana 6.7T. pemerintah pasti akan dengan segera mencari jalan singkat dan tercepat untuk membantu para kapitalis yang sedang limbung. inilah bentuk KEADILAN SOSIAL BAGI KAPITALIS DI INDONESIA
Jangan harap untuk mendapatkan keadilan yang sama bagi para pengusaha-pengusaha kecil, bunga kredit yang tinggi, sulitnya persyaratan kredit, tentunya bertolak belakang dengan apa yang diterima para kapitalis. mereka begitu mudahnya mendapatkan 6.7T, sedangkan yang kecil begitu sulitnya.
inilah menjadi alasan kenapa sm dan b plus theGENK untuk diminta turun tahta, karena mereka gagal menciptakan keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia...
masyarakat hanya melihat dari sisi keadilan bukan dari literatur ekonomi yang mereka kuasai untuk mendapatkan gelar doktor dan professor mereka, masyarakat melihat betapa mudahnya pemerintah membantu para kapitalis, dan tidak dijaga secara ketat sehingga menimbulkan kebocoran dan penyalahgunaan. siapa yang tidak kecewa melihat ini terjadi. walaupun sm dan b tidak melakukan korupsi,.. tetapi akibat bailout yang ditandatanganinya menyebabkan orang lain memperkaya dirinya.bukankan sebuah pasal korupsi menyatakan tindakan korupsi itu bukan hanya dilakukan sendiri tapi juga bila menyebabkan dilakukan orang lain untuk memperkaya sendiri termasuk korupsi.
sehingga sangat wajar masyarakat kecewa berat... ternyata yang terjadi di indonesia adalah keadilan sosial bagi kapitalis di indonesia bukan keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia.
bayangkan saja kenapa begitu sulit pemerintah mengucurkan dana infrastruktur untuk membangun sebuah propinsi atau kota, bila dana 6.7T ini dikucurkan ke sektor energi di kalimantan tentunya kalimantan yang notabenenya penghasil batubara terbesar, sumber bioenergi terbesar, tidak mengalami pemadaman listrik yang sangat sering terjadi.
saya yakin bila pemerintah menyiapkan dana bantuan bergilir yang fokus kepada sektor infrastruktur atau energi yang dicadangkan setiap tahun kepada masing-masing daerah pastilah negara ini menjadi berkembang.
keadilan bagi para kapitalis.
1. bantuan bailout banyak diselewengkan, namun para terdakwa dihukum sangat ringan
2. dana bantuan bailout sangat kecil kembali (melihat kasus yang terjadi pada orba)
3. kalaupun kembali bakalan lama, itupun dana pokok saja, tidak termasuk bunga premium.
4. dana bailout sangat mudah dikeluarkan hanya dalam hitungan 1x24jam, coba bandingkan bila kredit untuk UKMK perlu waktu sangat lama dan dikenakan bunga
5. pada dasarnya dana bailout yang digunakan ini patut diduga akan kembali disimpan ke SBI oleh para bankir. bagaimana caranya ??? dana bailout digunakan untuk membayar dana nasabah, selanjutnya nasabah memindahkan ke bank lain dan disimpan dalam bentuk deposito, dan para bankir yang mengelola dana ini menyimpannya ke SBI.
tapi ini semua telah terjadi, bailout telah dikucurkan, negara telah diselamatkan perekonomian, namun bukan berarti ini telah berakhir,masyarakat terlanjur kecewa sangat kecewa karena negara ini hanya memikirkan nasib para kapitalis bukan masyarakat secara keseluruhan.